Pages

Labels

Happy Valentine

  • Cuteki cute

Categories

About Me

Foto Saya
anisoerya
Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Hai, apakabar aku baru aja bergabung di blog nih. Ya baru belajar sih, abis di sekolah ada pelajaran blog sih. Ya belum ahli juga sih, namanya juga baru belajar.
Lihat profil lengkapku

Rabu, 07 November 2012

LAPORAN KEUANGAN


LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan sering lkali tidak dapat disusun langsung dari neraca saldo, karena data yang tercantum dalan neraca saldo masih memerluka penyesuaian terlebih dahulu. Oleh karena itu salah satu tahapan dalam proses penyusunan tahapan dalam proses menyusun laporan keuangan adalah melakukan penyesuaian pembykuan dengan cara membuat jurnal penyesuaian.

LAPORAN KEUANGAN


LAPORAN KEUANGAN

Laporan Keuangan sering lkali tidak dapat disusun langsung dari neraca saldo, karena data yang tercantum dalan neraca saldo masih memerluka penyesuaian terlebih dahulu. Oleh karena itu salah satu tahapan dalam proses penyusunan tahapan dalam proses menyusun laporan keuangan adalah melakukan penyesuaian pembykuan dengan cara membuat jurnal penyesuaian

Selasa, 06 November 2012

KOREKSI KESALAHAN


KOREKSI KESALAHAN
Kesalahan-kesalahan biasanya terjadi pada waktu menjurnal dan pada waktu membukukan ke buku besar. Kesalahan-kesalahan semacam itu tidak boleh dikoreksi dengan cara menghapus , sebab bekas-bekas menghapus akan menimbulkan kecurigaan seakan-akan telah terjadi ketidak-beresan atau kecurangan .
Bila kesalahan menjurnal sudah terlanjur dibukukan ke buku besar , maka cara koreksinya harus dilakuka dengan membuat jurnal koreksi .
Untuk menentukan jurnal  koreksi , harus diketahui dahulu dua hal berikut ini:
1.       Jurnal yang salah (yang telah dilakukan)
2.       Jurnal yang benar(yang seharusnya dilakukan)

KESALAHAN PEMBUKUAN


KESALAHAN PEMBUKUAN
Kesalahan pembukuan bias terjadi pada setiap tahapan dalam proses akuntansi . Kesalan –kesalahan yang terjadi dalam pencatatan di buku besar dapat di temukan melalui beberapa cara , antara lain melalui prosedur pemeriksaan pembukuan  , ditemukan secara kebetulan, atau dapat juga diketahui melalui neraca saldo. Langkah-langkah untuk menelusuri kembali adalah sebagai berikut:
1.       Periksa kebenaran penjumlahan kolom-kolom debet dan kredit neraca saldo dengan cara mengandakan penjumlahan ulang
2.       Bandingkan nama-nama rekening yang tertulis pada kolom nam rekening di neraca saldo, dengan rekening-rekening yang ada di buku besar, untuk memeriksa apakah tidak ada rekeninh yang terlewat dicantumkan dineraca sldo.
3.       Periksalah kebenaran penjumlahan sisi debet dan sisi kredit rekening-rekening di buku besar  dan periksa pula perhitungan saldonya.
4.       Bandingkan semua angka yang adadi buku besar dengan angka-angka yang tercantum dalam jurnal.
5.       Periksalah kesamaan jumlah debet dan kredit dalam jurnal.

POSTING II


POSTING
Proses memindahkan ayat-ayat jurnal yang telah di buat dalam buku jurnal ke buku besar di sebut posting, yaitu memindahkan jumlah dalam kolom debet jurnal ke dalam sisi deber rekening dan memindahkan jumlah dalam kolom kredit jurnal ke dalam sisi kredit rekening.
Apabila postng dilakukan secara manual  maka cara yang harus ditempuh adalah sebagai berikut:
1.       Tanggal dan jumlah dicatat dalam jurnal dicatat kembali dalam rekening yang bersangkutan .
2.       Apabila posting telah dilakukan, maka nomor halam jurnal harus dituliskan dalam kolom F(folio) di rekening.
3.       Langkah berikutnya adalah menuliskan nomor rekening yang telah diposting pada nomor Rekening dalam jurnal.

JURNAL


JURNAL
JURNAL adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya  masing-masing.
Ø  Jurnal merupakan alat pencatatan yang dapat menggambarkan pos-pos yang berpengaruh oleh suatu transaksi .
Ø  Jurnal juga merupakan alat pencatatan yang member I gambaran secara kronologis (menurut urutan waktu terjadinya transaksi)
Ø  Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dikerjakan oleh beberapa orang secara bersamaan.
Ø  Jurnal menyediakan ruang yang cukup untuk keterangan transaksi
Ø  Apabila transaksi dicatat secara langsungke buku besar dan terjadi kesalahan dalam mencatatnya , maka letak keselahan tersebut di buku besar akan sulit ditemukan 

BUKU BESAR


BUKU BESAR
Buku besar yang terdiri atas rekening rekening adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan . Dalam buku besar pengaruh transaksi –transaksi perusahaan diklarifikaskan dan di ringkas. Didalam praktik akuntansi yang sesungguhnya, pencatatan atas suatu transaksi atau sekelompok transaksi yang sama, harus didasari oleh tanda bukti berupa  dokumen-dokumen transaksi seperti faktur, kwitansi dan sebagainya . Pengaruh transaksi tidak dicatat secara langsung dalam buku besar , tapi masing-masing transaksi dianalisis  dahulu pengaruhnya terhadap elemen-elemen persamaan akuntansi (aktiva, kewajiban, modal, pendapatan, atau biaya)